Kamis, 11 Juni 2009

CT Scan Dual Source

Perkembangan teknologi di bidang radiology telah mengalami kejuan yang pesat, mulai dari dikembangkannya USG 4 dimensi, MRI, PET, SPECT, komputer radiografi, Digital Radiografi, serta CT Scan.

Terlebih lagi dengan CT Scan, Alat radiografi imaging tersebut telah mengalami metamorfosis yang sangat cepat. Mulai dari CT Scan generasi 1 sampai 4, CT Scan Spiral, CT Scan 2 Slice sampai dengan CT Scan 64 Slice yang paling canggih. Kini telah ditemukan keluarkan kembali CT Scan yang terbaru dari SIEMENS, yaitu , Siemens’ SOMATOM Definition Dual Source CT Scanner

Belum semua ne­gara memiliki Dual Source ini, sebutlah Perth, Australia, yang tidak memiliki satu pun. Se­dangkan Singapura baru mempunyai satu Dual Source.

Bagiamana dengan Indonesia ?

untuk diketahui, kita harus bangga bahwa kini Indonesia juga telah memiliki CT Scan canggih tersebut. Di Indonesia baru ada 2 rumah sakit yang memiliki alat tersebut, yaitu RS Siloam Kebon Jeruk dan RS Siloam Karawaci.


Dijelaskan dr Nina I.S.H Supit, Sp. Rad, Radiology Manager, berbagai ma­cam keuntungan didapat dari Dual Source ini. Sehingga jika dibandingkan dengan alat scanning sebelumnya, Dual Source ini jauh lebih canggih.

Ketika Dual Source dipublikasikan pada tahun 2005, alat tersebut diyakini tidak hanya akan merubah penampilan dari CT Scan. Akan tetapi alan merubah masa depan ilmu pengobatan, tidak hanya akan mengatasi penghalang yang kritis dalam cardiac imaging, tetapi juga memperkenalkan keseluruhan cara yang baru dalam mengkarakteristikkan body tissue dengan menggunakan teknik Dual Energy.

Sejak awal sudah diyakini bahwa cardiac imaging akan sangat dipengaruhi oleh Dual Source CT. dengan temporal resolution yang hanya 83 milliseconds, Siemens’ SOMATOM Definition Dual Source CT Scanner dapat seolah olah membekukan gerakan dari jantung, bahkan pada kebayakan pasien berat sekalipun.

“Dual Source CT telah mengatasi banyak rintangan yang kami peroleh dengan menggunakan CT Scan 64-Slices”, kata Dr Michael Gallagher, Kardiologi di RS William Beaumont, Royal Oak, Michigan.

“Kami mendapatkan artifact yang lebih sedikit, tidak tergantung dari laju jantung, tidk tergantung dari regularitas ritne jantung, dan secara keseluruhan, mendapatkan persentase yang lebih besar dalam mendiagnosa”.

CARA KERJA CT DUAL SOURCE

Ide dari CT Dual Source adalah sangat sederhana, hanya menggunakan dua sumber X-ray dan dua detector, dalam waktu yang bersamaan.

Sistem pertama yang menggunakan teknologi tersebut adalah Siemens’ SOMATOM Defenition . Alat tersebut dilengkapi dengan dua sumber X-ray dan dua detector yang baerotasi secara sinkron, serta secara simultan menangkap data gambaran dalam waktu setengah dari waktu yang dibutuhkan dengan mengunakan teknologi konvensional.

Keunggulan Dual Source CT terletak pada dua unit X-ray source serta dua unit detektor yang bekerja secara bersamaan. Pada single source scanner, satu irisan pencitraan dihasilkan setelah perputaran alat 180 derajat. Namun pada DSCT, dengan dua rantai penggambaran yang saling tegak lurus dapat dihasilkan informasi yang sama dalam putaran 90 derajat.


Hal tersebut menghasilkan resolusi temporal dua kali lipat, dua kali lebih cepat, tenaga dua kali lipat, serta menghasilkan dosis radiasi yang lebih kecil.

TIDAK MEMERLUKAN BETA BLOCKER

“ Image quality yang dihasilkan Dual Source CT sangat baik. Bahkan, walaupun tanpa menggunakan beta blocker hasilnya sama bagusnya dengan gambaran yang dihasilkan oleh CT 64 slice yang pasiennya menggunakan beta blocker”, kata Dr. Galagher

Kemampuan untuk mengeliminasi pemakaian beta blocker, telah memberikan efek yang besar dalam mendiagnosa penyakit nyeri dada akut (acut chest pain). Hal tersebut dapat memperbesar rentang pasien yang mmenuhi syarat untuk dilakukan Ct Cardiac, dapat mempersingkat waktu persiapan pasien baik di ruang emergensi ataupun di ruang CT Scan, mempercepat diagnosa, dan mengurangi biaya pengobatan.

"Tanpa harus memakai betablocker, bagian pembuluh darah, otot jantung dan gerakannya bisa dilihat melalui layar monitor dengan pencitraan tiga dimensi yang detil. Dalam 10 detik pemeriksaan, penyumbatan pada pembuluh atau pengapuran pun bisa terlihat. Radiasinya juga lebih rendah yakni berkurang sekitar 50 persen dibanding single source tercanggih (64-slice)," kata dr Nina I.S.H Supit, Sp. Rad, Radiology Manager RS Siloam.

Sebelum adanya Dual Source CT, 20% pasien tidak dapat dilakukan pemeriksaan CT Cardiac, dikarenakan kondisi pasien yang tidak memungkinkan untuk diberikan beta blocker untuk memperlambat denyut jantung menjadi 65 – 70 beat/second, denyut yang dibutuhkan untuk menghasilkan image quality yang bik dalam menggunakan CT Scan 64 slice.

Pasien yang tidak bisa diberikan beta blocker antara lain: pasien asma, disfungsi ventrikel kiri, dan pasien yang telah menggunakan cocain dalm waktu beberapa hari sebelum pemeriksaan. Dengan CT Scan Dual Source, pasien-pasien tersebut dapat dilakukan pemeriksaan CT Cardiac, karena tidak memerlukan beta blocker.

Kemampuan untuk menghilangkan pemekaian beta blocker pada protocol pemeriksaan CT Scan, tidak hanya merupakan keuntungan klinik. Hal tersebut juga dapat mempersingkat waktu diagnosa pasien mulai dari awal sampai seelsai, serta dapat menghemat waktu dan uang.

SCAN LEBIH BANYAK PASIEN

Kemampuan untuk mengunakan kombinasidari dua sumber X-Ray dengan total tenaga 160 kW memungkinkan CT Scan Dual Source untuk mengatasi atenuasi sof tissue di bagian dada. Di masa lalu, Kardiolog di William Beaumont tidak akan sanning patsien dengan Body Mass Index (BMI) lebih besar dari 39, bayangkan pasien dengan ting 5 kaki dan 11 inch dengan berat 280 pound, karena gambaran yang dihasilkan terlau banyak noise.

Kini, dengan menggunakan CT Scan Dual Source gambaran yang dihasilkan dari pasien obesitas akan didapat kan signal to noise ratio (STR) yang lebih baik.

DUAL ENERGY IMAGING MENGHASILKAN APLIKASI CT SCAN BARU

Kemampuan DSCT untuk mengoperasikan dua sumber X-Ray pada level energy berbeda secara simultan dapat membedakan material seperti lemak, soft tissue, dan contras agent berdasarkan perbedaan tiap-tiap kontras, bias membuka aplikasi klinis yang baru.

Salah satu kemampuan terpenting pada aplikasi dual energy adalah kemampuan untuk menghasilkan gambaran virtual noncontrast . Gambaran tersebut didapatkan dengan menggabungkan data dari pemakaian energy 80 kV dan 140 kV. Karena iodine mempunyai atenuasi maksimum pada energy rendah, pemakaian 80 kV dapat digunakan untuk mensubtraksi material kontras dari gambaran, menciptakan gambaran virtual non contrast, serta membandingkan gambaran sebelum dan sesudah untuk mempertegas area dari penambahan kontras.

Teknik tersebut mempunyai banyak keguanaan . contohnya : untuk memperlihatkan densitas liver sebelum pemasukkan kontras, untuk memperkiraan hyperdense kista gnjal, untuk membedakan antara benigna ,maligna, dan massa pada liver dan ginjal.

Teknik Dual energy ini juga dapat digunakan untuk menghilangkan gambaran tulang pada CT Angiografi.

KESIMPULAN :

Dari tulisan tadi dapat kita simpulkan bahwa :

- Siemens’ SOMATOM Definition Dual Source CT Scanner merupakan alat CT scan yang tercanggih saat ini.

- Alat tersebut sangat baik untuk digunakan dalam pemeriksaan CT Cardiac

- DSCT memiliki dua sumber X-ray dan Dua detector yang bergerak secara simultan dalam waktu yang bersamaan

- Untuk pemeriksaan CT cardiac dengan menggunakan DSCT, tidak memerlukan beta blocker

- Keuntungan pemakaian DSCT antara lain :

o Tidak memerlukan pemakaian beta blocker

o Karena tidak membutuhkan beta blocker, maka pasien yang bisa dilakukan pemeriksaan CT cardiac menjadi lebih banyak dan beragam.

o Scanning dua kali lebih cepat dari CT Scan 64 slice

o Resolusi yang dihasilkan lebih tajam

o Menghasilkan signal to noise yang lebih baik

o Bisa melakukan teknik dual energy yang bisa dipakai untuk :

  • Membedakan material seperti lemak, soft tissue dan kontras agen
  • Menghasilkan gambaran virtual non contras
  • Dipakai untuk menghilangkan gambaran tulang pada CT angiografi

Link: http://www.posradiografer.com/index.php?option=com_content&view=article&id=47:ct-scan-dual-source&catid=35&Itemid=88

Selasa, 09 Juni 2009

WHO Teliti Kebenaran Tokek Penyembuh AIDS

PEKANBARU - Maraknya perburuan satwa tokek di Pekanbaru yang dikabarkan bisa menyembuhkan penyakit HIV/AIDS ditanggapi serius pihak kesehatan di Pekanbaru, Riau.

Bahkan para dokter di Pekanbaru mengaku telah berkordinasi dengan pihak organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO).

Hal itu dilakukan karena dinas kesehatan di Pekanbaru ingin meneliti dan membuktikan kebenaran keampuhan tokek bisa menyembuhkan AIDS yang katanya terletak pada lidahnya.

"Kita sudah berkordinasi dengan WHO di Jakarta tentang kebenaran tokek bisa menyembuhkan virus AIDS. Saat ini WHO telah melakukan penelitian," terang Kepala Pelayanan RS Tampan, Jalan HM Subrantas, Pekanbaru Dr Burhanudin Agung dalam perbincangan dengan okezone, Sabtu, (21/3/2009) di ruangannya.

Menurut Burhanuddin, dokter yang sering menangani kasus AIDS, keseriusan para dokter ini dikarenakan memang saat ini belum ada satu pun riset WHO mendapatkan obat yang bisa menyembuhkan virus HIV/AIDS.

Dia juga berharap hasil penelitian yang dilakukan WHO terhadap tokek ini nantinya membawa kabar yang sangat diharapkan masyarakat yaitu memang bisa menyembuhkan HIV AIDS. "Kita tentu semua berharap kabar kebenaran tokek bisa menyembuhkan AIDS itu benar adanya," katanya.

Mengingat saat ini, lanjutnya, penderita HIV/AIDS hanya bergantung pada obat Anti Retroviral (ARV) yang harganya cukup mahal dan hanya berfungsi untuk menambah daya tubuh saja bukan penyembuh AIDS.

Perburuan tokek di Pekanbaru yang belakangan marak, dikarenakan nilai jual sangat menggiurkan. Bayangkan, bila Anda menemukan tokek seberat 6 ons ke atas Anda akan mendapatkan uang Rp1 milliar. Namun jika berat tokek hanya 3 ons ke atas harganya anjlok yakni bisa dijual dari Rp30 juta sampai Rp150 juta. (lsi)

(http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/03/21/1/203492/who-teliti-kebenaran-tokek-penyembuh-aids)

Kamis, 04 Juni 2009

Unja Dirikan S1 Keperawatan

Telanaipura, SU- Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PP.PPNI) mengadakan visitasi (kunjungan) pembentukan Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jambi (Unja) Sabtu, (21/2) di Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Unja.Visitasi di sambut langsung oleh Rektor Unja H. Kemas Arsyad Somad, S.H.M.H dalam sambutannya ia menyatakan latar belakang ide pendirian PSIK berjenjang pendidikan S1. “Pendirian PSIK bukan hanya keinginan Universitas Jambi saja, namun juga merupakan impian masyarakat, sehingga semua pihak baik Pemda, Pemkot dan Pemkab memberikan dukungan penuh didirikannya PSIK, ”terang rektor.Sementara itu, visitasi diwakili oleh dua orang dari PP.PPNI yaitu Dr. Dewi Irawaty dan Dra. Murni Hartanti, S.KP.,M.Si, mereka menyambut baik dan berterimakasih kepada Unja karena keinginan yang tinggi untuk dibukanya PSIK. Diharapkan nantinya Universitas Jambi memilki perawat-perawat yang professional.Dalam visitasi pertama kalinya, mereka melihat sejauh mana kesiapan pendirian PSIK Unja. Kegiatan dimulai dengan mendengarkan dasar pembuatan, visi dan misi pendirian PSIK , tujuan dan sistem serta pengajar selain itu mereka juga mendengarkan presentasi dari Tim PSIK Unja.Setelah meninjau langsung gedung kuliah, laboratorium yang meliputi MIPA, biomedik, keperawatan, perpustakaan, komputer lengkap dengan internet, kunjungan ini disertai diskusi langsung oleh PP.PPNI kepada staf yang bertanggungjawab pada setiap ruangan.Dr. Dewi Irawaty kepada Suara Unja mengatakan, keinginan Universitas Jambi mendirikan PSIK cukup tinggi. ”Keinginan Unja dan masyarakat Jambi mendirikan PSIK cukup tinggi, namun kunjungan pertama ini belum sempurna baik itu gedung, peralatan ataupun tenaga yang dibutuhkan. Hal ini sangat dimaklumi karena memang untuk mendirikan suatu program studi tidak semudah yang dibayangkan,”.ujarnyaIa menambahkan, dari hasil visitasi tadi Universitas Jambi telah memenuhi standar. ”Perlunya visitasi guna melihat kesiapan, sehingga kekurangan yang ada akan segera dilengkapi dan PSIK nantinya dapat terlaksana dengan baik, mencetak lulusan yang bertanggungjawab dan profesional, ”ujar Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia. Sementara itu, Ketua TIM Pelaksanan, Ir. Asrul Anwar, MS mengatakan visi PSIK yaitu, Program Studi Ilmu Keperawatan Unja dapat menghasilkan Ners yang profesional dan mampu bersaing secara global, sedangkan misinya mewujudkan, meningkatkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pengembangan, penelitian, dan pengabdian masyarakat serta jasa layanan profesi yang profesional.“Tujuan PSIK yaitu untuk menghasilkan tenaga keperawatan yang profesional, berdedikasi tinggi, beretika dan mampu bersaing baik di dalam maupun luar negeri” ujar Asrul. (Lia)

Pengumuman Hasil Seleksi Jalur PMDK UNP Tahun Akademik 2009/2010

Calon Mahasiswa Baru Universitas Negeri Padang Tahun Akademik 2009/2010 yang Diterima melalui Jalur PMDK, Berdasarkan SK Rektor No. 133/H35/PP/2009, Tanggal 2 Juni 2009 dapat dilihat melalui link di bawah ini : CALON MAHASISWA YANG DITERIMA SYARAT PENDAFTARAN
Calon Mahasiswa yang dinyatakan Lulus agar melapor pada :
Hari / Tanggal : Rabu / 1 Juli 2009
Pukul : 08.00 - 10.00 WIB
Dalam surat panggilan, tertulis calon mahasiswa yang dinyatakan lulus melakukan pelaporan hari Selasa tanggal 1 Juli 2009, seharusnya hari Rabu tanggal 1 Juli 2009
dengan membawa:
Dokumen asli dan fotokopi yang disahkan oleh Kepala Sekolah tempat Saudara belajar berupa :
Surat Tanda Tamat Belajar (STTB)
Surat Keterangan Hasil Ujian/Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (UN)
Buku Rapor SMTA asli
Pasfoto berwarna terbaru 4 (empat) lembar ukuran 3 x 4 cm.
Membayar uang Registrasi Mahasiswa Baru Rp 75.000,- (tujuh puluh lima ribu rupiah), pembayaran di seluruh cabang Bank Nagari di Sumatera Barat
Melakukan pemeriksaan kesehatan di Poliklinik Universitas Negeri Padang
Surat Panggilan
Apabila pada hari, tanggal, dan jam yang telah ditentukan tidak datang melapor dengan alasan apapun, maka hak untuk menjadi calon mahasiswa Universitas Negeri Padang melalui proses Jalur PMDK dinyatakan GUGUR.

Link : http://unp.ac.id/index2.php?pModule=news&pSub=news&pAct=detail&detail=192

Rabu, 03 Juni 2009

Pengumuman Calon Mahasiswa Baru Unand melalui jalur Penjaringan

Sesuai pertimbangan dan keputusan pimpinan Universitas Andals, rapat yang dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2009, telah menetapkan cClon Mahasiswa Baru Strata 1 (S-1) Reguler dan S-1 Program Internasional Fakultas Ekonomi Universitas Andalas melalui jalur penjaringan (seleksi non ujian tulis) tahun akademik 2009/2010, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dengan surat keputusan Rektor Universitas Andalas.

Berikut nama-nama Calon Mahasiswa Baru melalui jalur penjaringan (seleksi non ujian tulis) :

Beserta surat panggilan bagi Calon Mahasiswa Baru :

untuk lebih lanjutnya silakan klik link yang ada diatas

Link : http://www.unand.ac.id/id/index.php?pModule=news&pSub=news&pAct=detail&detail=120

Selamat Datang Sahabat......

Blog ini adalah sebuah blog yang diciptakan untuk tujuan memberi informasi tentang apapun yang berhubungan dengan kuliah, kegiatan dan apapun yang berhubungan dengan Dally Rahman. Jadi anda bisa mengetahui apa yang ada pada Dally Rahman.